Naskah proklamasi yang asli itoe

August 17, 2007 at 2:26 am 7 comments

Waktu nonton sekilas soal 3 stanza di tipi, comment saya “Bukannya versi aslinya emang panjang😛, sambil mengingat-ingat kembali pelajaran sejarah waktu esde, esempe dulu”.

Bagaimana dengan naskah proklamasi ? Rupanya ada sejarahnya juga. Bahwa ternyata naskah proklamasi itu awalnya memang sudah dipersiapkan di BPUPKI PPKI.

Naskah proklamasi ini dulunya dibikin oleh soekarno dan kemudian dibahas dan akhirnya disepakati setelah direvisi dalam rapat BPUPKI pada 14 Juli 1945.

Blog ini bercerita soal itu. Berikut naskah proklamasi yang tidak jadi dibacakan pada 17 agustus 1945 laloe itoe yang dikopi paste dari blog tadi:

Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu makan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan. Bangsa Indonesia di zaman dahulu telah mempunyai riwayat mulia dan bahagia, yang batas-batasnya meliputi seluruh kepulauan Indonesia sampai ke Papua, malah melampaui ke daratan Asa sampai ke batas-batas tanah Siam; negara merdeka, yang dalam perhubungan perdamaian dan persahabatan dengan negara-negara merdeka di daratan Asia, menyambut tiap-tiap bang sayang datang dengan kemurahan hati.

Kedatangan bangsa-bangsa Barat di Indonesia, membawalah bencana kepada bangsa Indonesia itu. Lebih dari tiga abad meringkuklah bangsa Indonesia di bawah kekuasaan Belanda dengan haluan politik jahat: memecah-mecah persatuan kita, mengina, menginjak-injak rasa kehormatan kita, menghina, menghisap-memeras kekayaan kita untuk kepentingan bangsa Belanda sendiri.

Perkosaan yang jahat itu tidak dapat persambungan dalam dunia seterusnya, yang di dalamnya bertambah-tambah kehebatan perlombaan imperialisme Barat, berebut kekayaan segenap dunia. Dan lama-kelamaan bangkitlah kembali dengan sehebat-hebanya semangat perlawanan bangsa Indonesia, yang memang tak pernah padam dan tak pernah dipadamkan, dalam lebih 3 abad perkosaan oleh imperialisme Belanda itu. Sejarah kolonialisme Belanda di Indonesa adalah sejarah berpuluh-puluh pemberontakan bangsa Indonesia melawan imperialisme Belanda itu. Bergeloralah lagi di dalam kalbu bangsa Indonesia tekad yang berkobar-kobar berbangkit kembali sebagai satu bangsa yang merdeka dalam satu negara yang merdeka, melahirkanlah pergerakan teratur dalam bangsa Indonesia, yang didasarkanatas cita-cita keadilan dan kemausiaan, menuntut pengakuan hak kemerdeaan tiap-tiap bangsa. Tidak tercegah, tidak tertahan tumbuhnya, meluas dan mendalam pergerakan ni dalam segenap lapisan dan segenap barisan bangsa Indonesia, betapa pun kerasnya, betapa pun buasnya betapa pun ganasnya kekuatan pemerintah Belanda berkhtiar mencegah dan menindasnya.

Di saat memuncaknya gelagat pergerakan itu yang seperti barat saat kelahiran anak dari kandungan ibunya, maka Tuhan Yan Maha Kuasa telah membelokkan perjaanan riwayat dunia, mengalih/memindahakn perimbangan kekuasaan di muka bumi, istimewa di daerah lautan Teduh, untuk membantu pembinaan kelahiran itu.

Tuntutan Dai Nippo Teikoku, bertentangan denan tujuan-tujuan imperialisme Barat, yaitu tuntutan hak kemerdekaan Asia atas dasar persamaan ha bangsa-bangsa, serta politik ang dengan tegas dan tepat dijalankan olehnya, menuju pembangunan negara-negara merdeka dan lingkungan kemakmuran bersama Asia Timur Raya, akhirnya telah menyebabkan Dai Nipoon Teikoku metnyatakan perang kepada Amerika Serikat dan Inggris. Perang Asia Timur Raya ini, yang berkebetulan dengan saat memuncaknya perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesa dan pergerakan kmerdekaan bangsa-bangsa Asia yang lain, menjadilah sebagai puncak pertemuan perjuangan kemerdekaan segala bangsa Asia di daratan dan di kepulauan Asia.

Dengan mengakui dan menghargai tnggi keutamaan niat dan tujuan Dai Nipoon Teikoku dengan Perang Asia Timur Raya itu, maka tiap-tiap bangsa dalam lingkungan Asia Tmur Raya atas dasar pembelaan bersama, wajiblah menyumbangkan sepenuhnya tenaganya dengan tekad yang sebulat-bulatnya, kepada perjuangan bersama itu, sebagai jaminan yang seteguh-teguhnya untuk keselamatan kemerdekaannya masing-masing.

Maka sekarang, telah sampailah perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia kepada saat yang berbahagia, dengan selamat sentausa menghantarkan rakyat Indonesia, adil dan makmur, yang hidup sebagai anggota sejati dalam kekeluargaan Asia Timur Raya. Di depan pintu gerbang Negara Indonesia itula rakyat Indonesia menyatakan hormat dan terima kasih kepada semua pahlawan-pahlawan kemerdekaannya yang telah mangkat.

Atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa, berdasar atas segala alasan yang tersebut di atas itu, dan didorong oleh keinginan luhur supaya bertangung-jawab atas nasib sendiri, berkehidupan kebangsaan yang bebas, mulia, terhormat, maka rakyat Indonesia dengan ini: MENYATAKAN KEMERDEKAAN.”

*Disclaimer*
– Post ini hanya kopi paste dari blog http://pejalanjauh.blogspot.com
– Koreksi, klarifikasi dll sebaiknya diblog tadi saja karena saya bukan ahli sejarah😉

Entry filed under: 4Fun. Tags: .

Buka mail di hotspot gratisan TIDAK AMAN Komunitas OpenSUSE Indonesia

7 Comments Add your own

  • 1. iEn  |  August 18, 2007 at 4:15 am

    Malaysia akan menyambut ulang tahun Merdeka pada 31 Ogos ini. Marilah datang Malaysia maiden haha! :p

  • 2. wku  |  August 18, 2007 at 10:47 am

    merdeka!! gitu aja kok repot…

  • 3. Kang Kombor  |  August 18, 2007 at 11:52 am

    Bukankah Indonesia memang akan diberi kemerdekaan oleh Jepang? BPUPKI dan PPKI kan dibentuk oleh perintah Jepang. BTW, konon Kartosuwiryo juga pernah meminta Soekarno memproklamirkan kemerdekaan sebelum 17 Ogos.

  • 4. CempLuk  |  August 18, 2007 at 11:29 pm

    MERDEKA !!!

  • 5. Dhany Family  |  August 19, 2007 at 2:52 pm

    yang penting ngisi kemerdekaan itu gimana gitu lho.

  • 6. Iman Brotoseno  |  August 20, 2007 at 3:35 pm

    merdeka….tetap merdeka

  • 7. taufik  |  August 23, 2007 at 2:52 am

    ada kalangan yg pesimis pada asal usul kemerdekaan indonesia, konon kemerdekaan ini bukan murni perjuangan yg benar2 berjuang tetapi cenderung seperti pemberian dari pemerintah jepang yg memang tahu akan resiko perbuatannya mengebom pearlharbour. alasan yg kedua utk memperkuat argumen sy adalah pada saat BPUPKI blm terbentuk bung karno sempat ‘menghibah’ pada pemerintahan jepang malah spt mensyukuri kedatangan jepang walaupun ber kedok politik kooperatif(kita beranggapan bahwa kitalah yg memanfaatkan jpng pdhl kita yg terjebak taktik perang jepang yg 3A itu)
    jd menurut sy kemerdekaan ini bukan murni milik kita ttp pemberian dr jepang dan pintar2nya kita mengambil kesempatan dlm kesempitan …

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Feeds

Top Clicks

  • None

%d bloggers like this: