Hapuskan tradisi barbar!

April 7, 2007 at 1:53 pm 6 comments


Klik disini untuk melihat video aktifitas bar-bar tersebut

Seorang mantan Kepala Administrasi Praja Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) yang kini menjadi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Musridi Muis mengatakan tindak kekerasan di kampus tersebut telah menjadi tradisi yang sudah berlansung sejak lama. Lelaki yang kini menjabat Kepala Badan Kepegawaian Kota Pagaralam, Sumatra Selatan ini menilai mentradisinya kekerasan di IPDN, karena banyak orang lama yang masih bertugas di kampus calon birokrat tersebut.

Mursidi bekerja di STPDN sejak 1990 hingga 2000. Kampus IPDN sendiri terletak di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Mursidi mengaku tidak pernah mencatat ada tindakan tegas berupa sanksi administratif terhadap para pelaku kekerasan di kampus. Apalagi, berbagai kasus kekerasan di kampus tersebut sering ditutup-tutupi, sehingga sulit terungkap. Seperti rekaman video amatir yang diperoleh Metro TV, kekerasan berupa pemukulan dan tendangan di bagian dada dengan alasan pembinaan kerap terjadi di tempat terbuka di IPDN. [Metrotvnews.com, Sumedang]

Mantan rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Ryaas Rasyid meminta agar IPDN ditutup jika pemerintah masih mempertahankan sistem pengawasan anak asuh di kampus tersebut. Karena sistem pengawasan itu, kata Ryaas, hanya akan menciptakan kader-kader pemerintahan yang preman dan biadab. Hal tersebut diutarakan Ryaas menanggapi kematian Cliff Muntu, siswa IPDN.[Metrotvnews.com, Jakarta]

Kesimpulannya, Tradisi plonco adalah:

Sarana Pelampiasan Naluri Primitif
Tradisi kolonial.
Tradisi barbar

Ada yang mau nambahin lagi ?

Entry filed under: komentar, ngomel. Tags: .

Woman – As Explained By Engineers Kebebasan berekspresi di blog

6 Comments Add your own

  • 1. aroengbinang  |  April 8, 2007 at 9:11 am

    sangat menyedihkan dan memprihatinkan memang; kita belum lama terbebas dari militerisasi pemerintahan militer, namun militerisasi pemerintahan sipil sudah mengancam.

    sepertinya pilihannya memang sulit, membubarkan institusinya atau mengganti semua pengelolanya. smoga ada keberanian. salam.

  • 2. ichanx  |  April 8, 2007 at 10:47 am

    Siap!!! hapuskan STPDN dari bumi jatinangor!!!!! haha

  • 3. chantee  |  April 9, 2007 at 1:39 am

    setuju ma ichanx…bubarin ajah

  • 4. pyuriko  |  April 9, 2007 at 9:13 am

    Turut berduka atas musibah ini…

  • 5. dewi  |  April 10, 2007 at 2:58 am

    hm, sebenernya tradisi barbar bukan hany terjadi di IPDN saja, tapi sudah mengakar ke pribadi bangsa, dan mencuat ketika sudah mulai terangkat media. coba itu di bawah2, masih banyak yg lebih mengenaskan. solusi? hmmm..

  • 6. Kang Kombor  |  April 28, 2007 at 10:36 pm

    Untuk meminta IPDN dibubarkan, mari tandantangani Petisi Pembubaran IPDN.

    Tunggu apa lagi? Tunggu sepupu kita mati?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Feeds

Top Clicks

  • None

%d bloggers like this: